Sudah Jadi Tanggung Jawab, Satgas Yonif 741/GN Gendong dan Obati Warga Yang Sakit



TRIBUNUSANTARA.COM,
Kupang - Menjadi pendengar apapun kesulitan masyarakat dan berusaha mengatasinya dengan berbagai cara yang tulus dan ihklas adalah sikap dari seorang prajurit TNI di perbatasan. Seperti halnya yang dilakukan oleh anggota Pos Oepoli Tengah Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN saat membawa dan mengobati warga yang sakit, Selasa (16/4).

Seorang warga atas nama Ibu Anastasia Kefi (27) mendatangi Pos Oepoli Tengah guna meminta bantuan untuk mengobati suaminya atas nama Keris Skaus (32) yang bekerja menjaga sawah sekarang sedang sakit. Bapak Keris Skaus berada di pondok atau gubuk dan tidak dapat berjalan karena tumit sebelah kanan terkena kayu pada saat malam hari mengejar sapi yang masuk ke ladangnya.

Setelah mendengarkan laporan tersebut, dengan segera anggota Pos Oepoli Tengah yang dipimpin Bakes Kipur II Serda Hamdi Afifus Sulton beserta Kopda Agus Arsul Sani, Pratu Priyo Utomo, Prada Edi Suprapto dan Pratu Syafruddin menuju ke gubuk Bapak Keris Skaus yang berjarak sekitar 400 m dari pos tepatnya di Dusun Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.

Sesampainya di kediaman Bapak Keris Skaus, dengan cara digendong Bapak Keris Skaus langsung dievakuasi ke Pos Oepoli Tengah untuk diberikan pengobatan yang lebih baik lagi. Sampai di pos, dengan segera Bapak Keris Skaus diberikan pengobatan oleh Tim Kesehatan Pos Oepoli Tengah.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra, S.Sos., M.M., M.I.Pol., dalam siaran persnya di Makosatgas mengatakan bahwa evakuasi warga yang sakit memang terlihat sederhana, tapi dirinya selalu menekankan kepada jajarannya bahwa jika ada hal seperti ini agar segera tindak lanjuti, laksanakan evakuasi secara terukur dan koordinasi dengan puskesmas terdekat.

"Kesehatan mereka jadi tanggung jawab kita dan berikan perhatian khusus, kesehatan masyarakat diperbatasan itu masih sangat terkait dengan kebersihan dan kepedulian dari masing-masing diri pribadi," tegasnya.

Dansatgas menambahkan, kebanyakan dari masyarakat perbatasan memang masih menganggap remeh penyakit yang datang sehingga banyak dari mereka pergi berobat bila penyakit sudah dalam kondisi yang mulai parah.

"Maka dari itu saya sampaikan kepada jajaran agar selalu monitor kondisi masyarakat di daerah binaan dengan melaksanakan anjangsana sesuai protap yang ada," tambah Dansatgas. (Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.