Header Ads

Kapolda Bali Terima Kunjungan Dari Tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia



Denpasar, Bali, tribunusantara.com  -  Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi Kasubbid PID Bidhumas Polda Bali AKBP Made Rustawan menerima kunjungan dari tim LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) beserta rombongan di Ruang Tamu Kapolda Bali, Selasa (9/7/2019).

Kedatangan Tim LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) ke Polda Bali dalam rangka rancangan penelitian peta reformasi intelijen di Indonesia. Selaku Ketua Rombongan Sarah Siregar, M.Si mengatakan kedatangannya ke Polda Bali untuk melaksanakan penelitian relasi intelijen dan keamanan nasional dengan topik yaitu persepsi ancaman dunia siber, teknologi informasi, sumber daya manusia intelijen serta pengawasan intelijen.

Selain itu, Sarah Siregar, M.Si juga menyampaikan kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah reformasi sektor keamanan yang bertujuan membangun dan menegakan kontrol sipil bagi institusi militer, kepolisian dan intelijen. Tiga lembaga tersebut menjadi tulang punggung rezim yang berkuasa dalam peristiwa kekerasan, intimidasi, serta teror terhadap masyarakat dan kelompok oposisi.

Menangapi hal tersebut, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose mengatakan bahwa Polda Bali khususnya direktorat intelijen dalam hal pembacaan ancaman keamanan terhadap terorisme dan siber dengan cara pemanfaatan teknologi intelijen, dengan memperkuat jaringan informasi dan bekerja sama dengan fungsi teknis kepolisian lainnya untuk melaksanakan penyuluhan, pembelajaran kepada masyarakat tentang apa itu teroris dan kejahatan siber. Selain itu, pembacaan ancaman juga dapat dilaksanakan dengan paradigma intelijen yaitu deteksi aksi (deteksi dini, pengamatan dini dan pencegahan dini)." Ucap Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose

Kapolda Bali juga menyampaikan bahwa Polda Bali telah sering melakukan kerjasama dengan penegak hukum negara lain seperti Australia, Amerika, Turki, Cina, Inggris, dan Singapore. Jadi kerjasama antar penegak hukum dan intelijen terkiat serta kerjasama antat negara lain itu sangat penting untuk mengetahui perkembangan secara global." Tutup Jendaral bintang dua dipundaknya

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.