Cegah Keributan, Polisi Amankan Pelajar Bawa Sajam



Sukabumi, Jabar   www.Tribunusantara.com   - Polisi berhasil mencegah keributan yang dilakukan sekelompok pelajar, di Jalan Raya Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Tiga orang pelajar dan dua buah senjata tajam berjenis celurit diamankan dalam kejadian tersebut.

Kejadian bermula ketika salah seorang anggota Satuan Sabhara Polres Sukabumi Kota, Bripda Indra Prasetya yang tengah mengawal mobil pengangkut uang melintas di Jalan Raya Palabuhan Ratu, Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Saat tiba di lokasi dia melihat rombongan pelajar bermotor yang mengayun-ayunkan senjata tajam yang hendak melakukan penyerangan.

Melihat adanya potensi keributan, Bripda Indra langsung turun dari kendaraannya. Dia dengan sigap langsung mengejar dan merampas senjata tajam yang dibawa para pelajar tersebut.

“Kelihatan membahayakan karena mereka terlihat membawa senjata tajam, saya turun dari mobil mereka membuang senjata yang mereka bawa langsung saya amankan,” kata Indra ke awak media, Rabu (18/12/2019).

Indra mengaku spontan melihat situasi yang ia nilai membahayakan tersebut. Ia melihat kondisi jalan cukup ramai dan banyak warga lalu lalang di sekitar lokasi kejadian. Para pelaku sempat diamankan warga di Kantor Desa Tonjong.

Bripda Indra langsung meredam warga yang terlihat berdatangan ke kantor desa untuk melihat para pelaku di lokasi. Ia khawatir warga akan main hakim sendiri melihat para pelajar tersebut.

“Mereka diamankan ke dalam salah satu ruangan di kantor desa, kemudian saya berkoordinasi dengan rekan kepolisian di wilayah ini,” ungkapnya.

Tidak lama kemudian, dua anggota Polsek Palabuhanratu tiba di lokasi dan mengamankan para pelaku. Aksi Bripda Indra sontak mendapat apresiasi dari warga setempat yang melihat kejadian heroik tersebut.

“Mereka (pelaku) mengayunkan senjata tajam ke pelajar yang sedang nongkrong di pinggir jalan raya, namun untungnya muncul polisi berseragam dari mobil Daihatsu Grandmax hitam. Para pelaku berlarian, polisi itu ngejar dan ngamanin senjata tajam,” ungkap Z (25), warga yang tidak mau disebut namanya di sekitar lokasi. ( Tatak )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.