WADANYONARMED 12/ DIVIF 2 KOSTRAD SIAP DUKUNG PROGRAM TERITORIAL



NGAWI - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 107 telah di
gelar di wilayah Ngawi, tepatnya di Desa Sekarputih, Kec. Widodaren,
Kab. Ngawi. Program TNI ini resmi dibuka oleh Danrem 081/DSJ Kolonel Inf
Masduki, S.E, M.Si melalui peletakan batu pertama secara simbolis oleh
Forkopimda Kabupaten Ngawi Senin, 16 Maret 2020.

Diawali dengan peninjauan lokasi TMMD, Danrem 081/DSJ dan
para pejabat daerah Kab.Ngawi mengecek langsung sasaran dan kesiapan
para personil yang terlibat dalam kegiatan ini.

 Dalam TMMD kali ini, ada beberapa sasaran fisik yang harus
dicapai antara lain pavingisasi jalan sepanjang 1.377 m, rehab rumah
tidak layak huni sebanyak 2 unit, pembangunan poskamling, renovasi
masjid dan pembangunan MCK sebanyak 2 unit. Kegiatan dengan alokasi
waktu selama 30 hari ke depan ini melibatkan sekitar 300 personil dari
TNI-Polri dan juga masyarakat.

Sukiman, Kades Sekarputih menyampaikan terimakasih yang
sebesar besarnya kepada para personil yang terlibat dalam TMMD ke 107
ini, selain itu pihaknya menyatakan akan mendukung penuh program yang
berlangsung di wilayahnya selama satu bulan ke depan. Sukiman berharap,
program TMMD ini dapat memajukan kesejahteraan masyarakat di desanya.

 Sementara itu Wadanyonarmed 12/Divif 2 Kostrad, Mayor Arm
Adwi Prasetya yang hadir dalam pembukaan TMMD ke 107 ini mengatakan,
kegiatan positif ini harus dimanfaatkan secara maksimal dan digunakan
sebaik baiknya oleh para prajurit untuk menjalin kemanunggalan dengan
rakyat.  Selain itu, Adwi juga menambahkan bahwa giat ini merupakan
salah satu implementasi dari Delapan Wajib TNI yakni, menjadi contoh dan
memelopori usaha usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

 Terpisah Danyonarmed 12/Divif 2 Kostrad, Letkol Arm Ronald F
Siwabessy via telephone mengatakan pihaknya akan mendukung penuh
kegiatan TMMD ke 107 ini. Lebih lanjut Ronald menyampaikan sebagai garda
terdepan bangsa, prajurit Kostrad harus selalu siap dalam memberikan
pengabdiannya kepada rakyat demi mendukung tercapainya setiap program
pemerintah dalam berbagai aspek kehidupan. Sebelum mengakhiri
pembicaraannya Pamen TNI AD ini menegaskan,

 “TNI lahir dari rakyat dan akan kembali ke rakyat, oleh
karena itu sudah sepantasnya TNI memberikan pengabdian terbaiknya untuk
rakyat, karena pada hakikatnya rakyat adalah ibu kandung TNI,” pungkas
Abituren Akademi Militer Tahun 2002 itu.    ****

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.