Kepedulian Awak Media Pasuruan Jawa Timur Terhadap Masalah Kemanusiaan


PASURUAN, Tribunusantara.com - Hukum tetaplah hukum, yang salah tetap salah dan kebenaran harus ditegak kan, tetapi masalah kemanusian harus di utamakan seperti halnya kejadian yang di alami oleh Saudari Isniati (20th) warga Dsn wedusan Kidul Rt.01/Rw.14 Desa Balung anyar Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Kamis,(11/02/2021).

Isniati terkena permasalahan ekonomi yaitu seorang ibu dengan membawa bayinya kepergok mengambi gula di dalam toko sembako,  awalnya ibu beserta bayinya tersebut bertujuan untuk membeli  pempers namun karena uang yang di bawa di rasa kurang akhirnya mengambil dengan cara menyelipkan sembako berupa gula dan Biskuit ke dalam saku rok nya yang terpantau CCTV toko sehingga di amankan pemilik toko dan di bawa ke Mapolsek Lekok.


Saudari Isniati pun mengakui hal itu dengan beralasan karena terhimpit masalah ekonomi di tengah pandemi Covid-19  saat ini, dia pun hanya seorang ibu rumah tangga dan suaminya hanya kuli panggul ikan. 

Dari kejadian itu beberapa relawan sekaligus awak media Lintas Jatim membantu sembako serta perlengkapan bayi serta biscuit bayi.

Andre(tesu) salah satu relawan bersama team menyampaikan "Ini salah satu bentuk kepedulian kita untuk membantu sesama apa lagi di massa Pandemi serta mendorong rasa kemanusian yang kita kedepankan dalam masalah ini." Ucapnya.

Kapolsek Lekok AKP Miftahul juga menyampaikan " terimah kasih banyak untuk  teman-teman dan awak media yang telah peduli bahkan memberi santunan serta sembako ke Saudari Isniati, dalam kasus ini sudah selesei karena pihak korban tidak menuntut secara hukum, sebab kedua belah pihak mengedepankan kemanusian," Tegasnya Kapolsek.

"Sholeh Selaku Kepala Desa Balung Anyar kec. Lekok dalam hal ini merespon baik untuk membantu Saudari Isniati  secara prioritas dalam anggaran bantuan apapun"ucapnya.

"Saudari Isna juga berterima kasih kepada jajaran Kapolsek Lekok Serta pemerintahan desa bersama insan pers telah membantu dalam beban ekonomi saya saat ini dengan nada terharuh"ucapnya.

Editor : Abimanyu

Pewarta :(ndre/yupri)

Diberdayakan oleh Blogger.