Tawaran Genjatan Senjata OPM Dinilai Bagian dari Propaganda



Jakarta - Operasi yang dilakukan pemerintah di Papua dinilai bukanlah operasi militer, melainkan operasi keamanan dalam negeri. 


Hal ini seperti yang disebutkan oleh pengamat Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, melalui pesan singkat, Sabtu ( 20/02 ) 


Dengan demikian tawaran gencatan senjata yang dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM masih menjadi bagian dari propaganda mereka.    


"Bukan operasi militer apalagi perang,maka tawaran gencatan senjata itu sebenarnya masih menjadi bagian dari propaganda OPM,"kata Khairul Fahmi. 


Fahmi mengatakan bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM) ingin menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi pejuang kemerdekaan. 


Sementara itu Deputi V Kantor Staf Presiden ( KSP) Jaleswari Pramodhawardani menyatakan bahwa keamanan warga di sana adalah tanggung jawab pemerintah. 


Pemerintah pusat tidak akan berkompromi dengan KKB ataupun kelompok sparatis. 


Disebutkan pula bahwa serangan yang dilakukan OPM baik di Intan Jaya maupun daerah lain, diyakini hanya sebagai gertak sambal. 


Deputi V KSP menegaskan bahwa  Pemerintah tidak akan menyerahkan Papua. (*)

Diberdayakan oleh Blogger.