Kabupaten Malang, Bupati Malang HM .Sanusi menggelar kunjungan ke SMPN 3 Kepanjen yang menjadi salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Malang pada Senin (12/1/2026). Langkah ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan capaian nilai kelulusan tinggi.
Sanusi mengatakan sekolah unggulan dituntut memiliki standar akademik yang lebih baik dibanding sekolah lainnya. Tak tanggung-tanggung, ia menargetkan nilai minimal 9 bagi siswa yang menempuh pendidikan di sekolah unggulan ini.
“Sekolah unggulan itu targetnya nilai kelulusannya mata pelajaran harus di atas 9, minimal 70 persen siswanya mencapai itu. Kalau yang tidak unggulan, targetnya tentu di bawahnya,” ujar Sanusi.
Ia menerangkan, sejumlah aspek yang perlu terus diperbaiki di sekolah meliputi sistem belajar-mengajar, kedisiplinan, serta keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
“Kalau anak-anaknya aktif, disiplin, sistem belajarnya baik, itu baru sekolah bisa dikatakan bagus,” bebernya.
Dalam kunjungan tersebut, Sanusi juga melihat langsung sejumlah kegiatan pendukung pendidikan, seperti kolam ikan dan pengolahan kompos di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari ekstrakurikuler keterampilan yang akan terus dikembangkan.
“Itu kegiatan ekstra untuk keterampilan anak-anak. Ke depan bisa dikembangkan juga di sekolah lain melalui kerja sama dengan Dinas Perikanan dan DLH,” bebernya.
Terkait kebijakan efisiensi anggaran, Sanusi memastikan bahwa sektor pendidikan tidak terdampak.
“Kalau pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di Kabupaten Malang tidak terdampak. Pendidikan tetap aman,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Kepanjen, Margono Sujono Hadi Kepada Awak Medi, menunjukkan komitmennya untuk mendorong prestasi olahraga. SMPN 3 Kepanjen, lanjut dia, telah memproklamirkan diri sebagai sekolah olahraga, sehingga pembinaan atlet usia dini harus dilakukan secara serius.
“Target kami membentuk karakter calon atlet. Mereka harus paham fair play, berkarakter religius, nasionalis, cerdas, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan,” katanya.
Ia menyebut SMPN 3 Kepanjen sebagai pusat pengembangan sekolah olahraga, lengkap dengan fasilitas wisma atlet yang akan diperbaiki dan dioptimalkan pemanfaatannya.
“Wisma atlet ini kita go public. Tidak hanya untuk SMPN 3, tapi juga untuk anak SD yang mau Porseni, O2SN, bisa training center di sini. Basket ada, voli, sepak bola, karate, silat, tenis meja, semua siap,” tambahnya.
Menurutnya, pelaksanaan pemusatan latihan (training center) tetap memperhatikan aspek akademik dan pembentukan karakter siswa.
“Anak-anak yang TC di sini tidak boleh ketinggalan pelajaran. Kalau magrhib wajib mengaji, setelah isya bisa latihan lagi karena fasilitas lighting sudah memadai,” jelasnya. (Mid)

