Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dialog Interaktif Polisi Menyapa, Polda Papua dan BMKG Ajak Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

Kamis, 22 Januari 2026 | Januari 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-22T07:12:36Z

 


Jayapura – Polda Papua menggelar Dialog Interaktif Polisi Menyapa dengan tema “Pencegahan Cuaca Ekstrem di Wilayah Papua” yang disiarkan langsung dari Stasiun LPP RRI Jayapura pada Kamis (22/01/26).


Kegiatan ini menjadi sarana komunikasi publik untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah Papua, khususnya Kota Jayapura.


Dalam dialog tersebut, Kanit Turjawali Direktorat Samapta Polda Papua Iptu Ananias Mamani menegaskan bahwa Kepolisian siap membantu dan mendukung masyarakat dalam upaya pencegahan dampak cuaca ekstrem. 


“Kami dari pihak Kepolisian menyatakan kesiapan untuk terus membantu dan mendukung masyarakat dalam menjaga serta memelihara lingkungan. Namun upaya ini tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.


Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana. 


“Hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, merawat saluran air, serta menjaga pepohonan di sekitar tempat tinggal merupakan langkah nyata yang sangat efektif dalam mencegah banjir, longsor, dan dampak cuaca ekstrem lainnya,” tambahnya.


Lebih lanjut, Iptu Ananias Mamani menyampaikan bahwa Polri secara aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana. 


“Kami juga memberikan perhatian khusus kepada masyarakat pesisir dengan menyampaikan imbauan keselamatan berdasarkan informasi resmi dari BMKG, agar masyarakat dapat lebih waspada terhadap gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di laut sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan,” jelasnya.


Sementara itu, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Pertama BMKG Sri Dewi Sundari menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem di Papua dipengaruhi oleh faktor global dan regional yang saling berinteraksi. 


“Secara global, fenomena La Niña masih aktif dan menyebabkan peningkatan pembentukan awan hujan serta curah hujan di wilayah Indonesia, termasuk Papua,” ungkapnya.


Ia menambahkan bahwa pengaruh Monsun Asia dan adanya daerah tekanan rendah di Samudra Pasifik bagian utara Papua turut memperkuat potensi cuaca ekstrem. 


“Kombinasi faktor-faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, sehingga kondisi ini perlu diantisipasi secara serius,” lanjut Sri Dewi Sundari.


Menutup dialog tersebut, Iptu Ananias Mamani kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat. 


“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait, sehingga dapat mengambil langkah antisipatif guna mengurangi risiko dan dampak bencana,” ujarnya.


Senada dengan itu, Sri Dewi Sundari menekankan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam penyebaran informasi cuaca.


“Cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah dengan cepat, sehingga masyarakat perlu terus memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi. Dengan kesiapsiagaan dan informasi yang akurat, potensi bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan,” pungkasnya.