Supiori — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Supiori melakukan pengecekan harga bahan pangan di pasar dan ritel modern di wilayah Kabupaten Supiori, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memantau harga bahan pokok serta memastikan kesesuaian harga dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kegiatan pemantauan dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 12.20 WIT di kawasan Jalan Sorendiweri, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori. Pengecekan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Supiori IPTU Muh. Rustam, S.H., M.H., bersama sejumlah personel Satreskrim lainnya.
Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni IPDA B. Irtom Paarrang, S.H. selaku KBO Satreskrim, BRIPTU Astam Ismawan, S.H., BRIPDA Patricius P. Sitanggang, serta BRIPDA Floryan John Thery Antou.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satreskrim melakukan pengecekan di salah satu ritel modern, yakni Hadi Mart Supiori yang beralamat di Jalan Raya Sorendiweri, Distrik Supiori Timur, dengan penanggung jawab Supriyadi.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, harga beras premium tercatat Rp17.000 per kilogram dan beras medium Rp16.000 per kilogram. Selain itu, gula merek KTM dijual dengan harga Rp19.000 per kilogram, sedangkan gula merek Gulaku dijual Rp20.000 per kilogram.
Sementara itu, harga ayam lokal tercatat Rp41.000 per kilogram. Dari hasil pemantauan tersebut diketahui bahwa sejumlah komoditas pangan dijual dengan harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Selain pemantauan harga pangan, Satreskrim Polres Supiori juga melakukan pengecekan terhadap stok dan harga minyak goreng yang beredar di wilayah Kabupaten Supiori. Berdasarkan hasil pengecekan, stok minyak goreng yang tersedia didominasi oleh minyak goreng kemasan premium dengan jumlah sekitar 1.000 liter.
Adapun kebutuhan minyak goreng di Kabupaten Supiori diperkirakan mencapai sekitar 50 karton per bulan untuk minyak goreng kemasan sederhana dan 50 karton per bulan untuk minyak goreng kemasan premium.
Di lapangan, harga minyak goreng kemasan premium bervariasi tergantung pada merek dan ukuran kemasan. Minyak goreng merek Bimoli kemasan 5 liter dijual dengan harga Rp125.000, sedangkan merek Mitra kemasan 5 liter dijual Rp95.000. Untuk minyak goreng merek Sinai kemasan 5 liter dijual Rp100.000.
Selain itu, minyak goreng merek Sinai kemasan 1.850 mililiter dijual Rp45.000, kemasan 900 mililiter Rp25.000, kemasan 450 mililiter Rp13.000, serta kemasan 250 mililiter Rp8.000. Sementara minyak goreng merek Masku kemasan 485 mililiter dijual dengan harga Rp13.000.
Dari hasil pemantauan tersebut diketahui bahwa harga minyak goreng di wilayah Kabupaten Supiori mengalami kenaikan. Namun demikian, ketersediaan stok minyak goreng di wilayah tersebut masih dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Satreskrim Polres Supiori berencana terus melakukan pemantauan harga bahan pangan di berbagai toko maupun penjual di wilayah Kabupaten Supiori. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pengawasan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan dalam laporan tersebut.

