Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kapolda Papua Tinjau Latihan Menembak Presisi 20 Meter, Tingkatkan Profesionalisme dan Kemampuan Personel

Selasa, 02 Juni 2026 | Juni 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-02T02:39:07Z


Jayapura – Polda Papua menggelar kegiatan Latihan Menembak Presisi Jarak 20 Meter di Lapangan Tembak Baradaksa Polda Papua, Senin (01/06). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kemampuan dan profesionalisme personel dalam penggunaan senjata api secara aman, tepat, dan terukur.


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.I.K., M.Si., bersama Ka Ops Damai Cartenz, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., serta sejumlah Pejabat Utama Polda Papua, Kapolresta Jayapura Kota, Kapolres Jayapura, Kapolres Keerom, dan para peserta seleksi sertifikasi menembak presisi jarak 20 meter.


Latihan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu diawali dengan persiapan peralatan dan pembacaan aturan keselamatan menembak. Selanjutnya para peserta melaksanakan uji kemampuan menembak secara bergelombang sesuai kelompok yang telah ditentukan oleh panitia.


Selain menguji kemampuan akurasi tembakan pada jarak 20 meter, kegiatan tersebut juga menjadi sarana evaluasi keterampilan personel dalam menerapkan prosedur keamanan penggunaan senjata api. Para peserta dituntut mampu menjaga kestabilan posisi menembak, mengontrol pernapasan, serta mempertahankan konsentrasi guna memperoleh hasil tembakan yang maksimal.


Kapolda Papua menegaskan bahwa kemampuan menembak merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap anggota Polri, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.


“Latihan ini bukan hanya untuk mengukur ketepatan menembak, tetapi juga membangun disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme personel dalam penggunaan senjata api. Faktor keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan latihan maupun pelaksanaan tugas,” ujarnya.


Selain materi menembak presisi, peserta yang memenuhi persyaratan juga mengikuti tahapan lanjutan berupa praktik penguasaan dan penggunaan senjata api sebagai bagian dari proses sertifikasi kemampuan personel.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel semakin terampil, profesional, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas kepolisian, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan senjata api sesuai prosedur yang berlaku.