Jayapura – Dalam upaya memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Tanah Papua, Polda Papua menggelar Dialog Interaktif Program "Kitorang Presisi" di Studio TVRI Provinsi Papua, Rabu (15/07).
Dialog interaktif tersebut menghadirkan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Papua Kombes Pol. Erick Kadir Sully, S.I.K., sebagai narasumber bersama Tokoh Masyarakat Denny A. Wafumilena.
Dalam dialog tersebut, Kombes Pol. Erick Kadir Sully menjelaskan bahwa tugas Polri berlandaskan amanat konstitusi untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh masyarakat Indonesia, termasuk menjaga keamanan di wilayah Papua.
Ia mengatakan bahwa keberhasilan menjaga kamtibmas tidak hanya bergantung pada peran kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
"Polri tidak mungkin menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif tanpa dukungan masyarakat. Polri Presisi adalah Polri yang bekerja bersama masyarakat. Ketika masyarakat ikut berpartisipasi, maka keamanan dan ketertiban akan lebih mudah diwujudkan," ujar Dir Binmas.
Menurutnya, strategi pembinaan masyarakat menjadi salah satu langkah utama dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan. Melalui fungsi Binmas dan Intelijen, Polri melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan sehingga dapat dicegah sebelum berkembang menjadi tindak pidana.
"Di dalam tugas kepolisian terdapat tahapan potensi gangguan, ambang gangguan, hingga gangguan nyata. Pada tahap potensi gangguan inilah fungsi Binmas dan Intelijen bekerja melalui pendekatan preemtif dan preventif agar setiap potensi permasalahan dapat diselesaikan lebih awal," jelasnya.
Dir Binmas juga menegaskan kesiapan Polda Papua dalam mengamankan berbagai agenda nasional maupun aktivitas masyarakat di Papua dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan kolaboratif.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Denny A. Wafumilena menilai kehadiran Polri di tengah masyarakat memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Menurutnya, masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan lingkungan dengan cara aktif berkoordinasi, memberikan informasi, serta mendukung setiap upaya pembinaan kamtibmas yang dilakukan kepolisian.
"Kehadiran Polri memberikan rasa aman bagi masyarakat. Namun keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab kita bersama. Karena itu masyarakat harus ikut berperan aktif menjaga lingkungan serta membimbing generasi muda agar tidak terpengaruh hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka," ungkap Denny.
Melalui program "Kitorang Presisi", Polda Papua berharap komunikasi dengan masyarakat terus terjalin secara terbuka sehingga berbagai persoalan keamanan dapat diselesaikan melalui kolaborasi, dialog, dan semangat kebersamaan demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

