MALANG – Rumah Sakit (RS) Hermina Kepanjen resmi menggelar Grand Opening di Jalan Raya Mojosari RT 002/RW 001, Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu Pagi. (26/08/2026)
Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi hadirnya fasilitas pelayanan kesehatan baru di wilayah Kabupaten Malang, khususnya bagi masyarakat Kepanjen dan kawasan Malang Selatan.
Acara Grand Opening turut dihadiri Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si. Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Direktur RS Hermina Kepanjen, dr. Dede Setyadi, MARS, mengatakan keberadaan rumah sakit tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama warga Kepanjen dan wilayah Malang Selatan.
“Harapannya masyarakat Kepanjen atau Malang Selatan terutama bisa terbantu dengan adanya Rumah Sakit Hermina Kepanjen,” ujar dr. Dede saat diwawancarai media usai acara.
Ia menjelaskan, RS Hermina Kepanjen saat ini sudah mulai beroperasi. Seluruh perizinan operasional rumah sakit telah tersedia, demikian pula surat izin praktik bagi para dokter yang bertugas.
“Per hari ini kita sudah mulai beroperasi. Izin operasional juga sudah ada, surat izin praktik untuk dokter-dokternya juga sudah lengkap. Sehingga kepada masyarakat yang memang membutuhkan, kita siap menerima dan memberikan penanganan,” jelasnya.
Menurut dr. Dede, pihak rumah sakit akan memberikan penanganan terlebih dahulu kepada pasien yang datang. Apabila terdapat kondisi atau kebutuhan fasilitas medis tertentu yang belum tersedia, pasien akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang sesuai.
“Kalau ternyata kami tidak memiliki fasilitasnya, akan kami tangani terlebih dahulu. Jika memang perlu dirujuk, baru kami rujuk,” katanya.
RS. Hermina Miliki 51 Dokter Spesialis
Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, RS Hermina Kepanjen telah menyiapkan tenaga medis, termasuk dokter spesialis. Saat ini terdapat sekitar 51 dokter spesialis yang mendukung pelayanan rumah sakit tersebut.
“Dokter spesialis ada 51, sehingga pelayanan kami bertambah banyak,” ungkapnya.
terkait pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan, dr. Dede mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan proses akreditasi. Akreditasi tersebut direncanakan berlangsung pada November 2026.
“Untuk dengan BPJS kita perlu ada akreditasi dulu. Kami rencanakan akreditasi di November. Setelah akreditasi keluar, kami langsung mengajukan kerja sama dengan BPJS,” terangnya.
Ia berharap kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat terealisasi pada 2027 sehingga masyarakat peserta BPJS dapat memperoleh akses pelayanan di RS Hermina Kepanjen.
“Harapannya di 2027 semoga sudah bekerja sama dengan BPJS. Mohon doanya,” tuturnya.
Fokus Layanan Trauma dan Tumbuh Kembang Anak
RS Hermina Kepanjen juga menyiapkan sejumlah layanan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelayanan kegawatdaruratan, khususnya kasus trauma dan kecelakaan.
" Untuk emergensi terutama trauma, kita ada tiga dokter ortopedi. Itu bisa membantu menangani kasus trauma,” kata dr. Dede."
Lokasi rumah sakit yang berada di jalur utama menuju Kota Malang juga dinilai strategis untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja.
Pihak rumah sakit berencana menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan serta berbagai perusahaan asuransi untuk mendukung pelayanan terhadap kasus kecelakaan kerja maupun kecelakaan di jalan raya.
Selain pelayanan trauma, RS Hermina Kepanjen juga memberikan perhatian terhadap klinik tumbuh kembang.
Menurut dr. Dede, layanan tumbuh kembang anak masih relatif terbatas di wilayah Kabupaten Malang dan banyak tersedia di Kota Malang. Karena itu, kehadiran layanan tersebut di RS Hermina Kepanjen diharapkan dapat membantu masyarakat tanpa harus membawa pasien ke Kota Malang.
“Untuk klinik tumbuh kembang, setahu kami di Kabupaten Malang masih sedikit, sementara banyaknya di Kota Malang. Dengan harapan kita bisa membantu masyarakat tanpa perlu pasien ke Kota Malang lagi,” jelasnya.
Dua layanan tersebut, yakni penanganan trauma dan klinik tumbuh kembang, untuk sementara menjadi salah satu fokus utama pelayanan RS Hermina Kepanjen.
Siapkan 100 Tempat Tidur
Untuk kapasitas pelayanan rawat inap, RS Hermina Kepanjen saat ini memiliki 100 tempat tidur.
“Untuk saat ini kita 100 tempat tidur,” terang dr. Dede.
Namun, kapasitas tersebut masih berpotensi dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Pihak rumah sakit bahkan memiliki rencana pengembangan bangunan secara vertikal.
“Mudah-mudahan kalau lancar, insyaallah kita masih bisa membangun rumah sakit lagi ke atas hingga 10 lantai, sehingga bisa menambah lagi tempat tidurnya,” ungkapnya.
Dari sisi kelas perawatan, RS Hermina Kepanjen menyediakan beberapa pilihan, mulai dari kelas 3, kelas 2, kelas 1, deluxe hingga suite room.
Untuk suite room, fasilitas yang disediakan cukup luas dan dilengkapi ruang tengah bagi keluarga atau penunggu pasien.
“Suite room ini dilengkapi dengan ruang tengah untuk ruang penunggu dan itu cukup besar,” jelasnya.
Dengan beroperasinya RS Hermina Kepanjen, masyarakat Kabupaten Malang, khususnya Kepanjen dan kawasan Malang Selatan, kini memiliki tambahan pilihan fasilitas pelayanan kesehatan yang diharapkan mampu memberikan pelayanan medis secara cepat, profesional, dan mudah dijangkau.
Ke depan, RS Hermina Kepanjen juga diharapkan terus mengembangkan fasilitas, tenaga medis, serta kerja sama dengan berbagai pihak agar mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya, imbuhnya(Mid - Ndri)

