Jayapura – Kepolisian melakukan monitoring terhadap proses pemulangan jenazah Wili Mbuik (26), korban penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) yang terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (09/09).
Jenazah korban diberangkatkan dari Bandar Udara Wamena menuju Jayapura menggunakan Pesawat Trigana Air Cargo dengan nomor registrasi PK-YSV, Kamis (10/09), sebelum selanjutnya dipulangkan ke Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Proses keberangkatan jenazah dari Bandar Udara Wamena berlangsung sekitar pukul 10.30 WIT. Personel Polres Jayawijaya bersama pihak terkait melakukan monitoring terhadap seluruh rangkaian keberangkatan untuk memastikan proses berjalan aman dan lancar.
Sekitar pukul 10.58 WIT, jenazah korban dinaikkan ke dalam Pesawat Trigana Air Cargo PK-YSV. Selanjutnya, pada pukul 11.20 WIT, pesawat yang membawa jenazah meninggalkan Bandar Udara Wamena menuju Bandar Udara Sentani, Jayapura.
Setibanya di Bandar Udara Sentani, personel Polsek Kawasan Bandara Sentani bersama petugas terkait kembali melakukan monitoring terhadap proses penurunan dan pemindahan jenazah.
Pada pukul 11.58 WIT, jenazah diturunkan dari pesawat dan selanjutnya dipindahkan ke tempat yang telah disiapkan oleh pihak Cargo Bandara. Jenazah kemudian ditempatkan sementara di ruang karantina bandara sambil menunggu penerbangan berikutnya menuju Kupang.
Dalam proses kedatangan tersebut, monitoring dilakukan oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani Iptu Wajedi, S.H., M.Si., bersama personel Polsek Kawasan Bandara Sentani, petugas Cargo Landasan Bandara Sentani, serta anggota BKO Kopasgat Lanud Silas Papare.
Berdasarkan rencana perjalanan, jenazah selanjutnya akan diberangkatkan dari Jayapura menuju Makassar, kemudian dilanjutkan ke Jakarta dan selanjutnya menuju Kupang untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menyampaikan bahwa seluruh proses keberangkatan jenazah korban dari Apron II Bandar Udara Wamena, Jalan Trikora, Distrik Wamena, berlangsung aman dan lancar.
“Keberangkatan jenazah korban kekerasan oleh OTK di Distrik Muliama tersebut dilakukan untuk selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujar Cahyo.
Ia menambahkan, kepolisian bersama pihak terkait melakukan pengamanan dan monitoring selama proses pemulangan jenazah guna memastikan seluruh rangkaian perjalanan berjalan tertib, aman dan lancar hingga jenazah diterima oleh pihak keluarga.
Polda Papua menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa yang terjadi. Kepolisian mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
