"Perlu Perhatian JPO dari Pemerintah Kota Bandung"




Bandung -  Jembatan Penyeberangan Orang di jalan Oto Iskandar Dinata,  Sangat jorok Bau Pesing dan Kumuh, Pejalan Kaki Ogah Gunakan JPO tersebut.

Bau pesing yang sangat menyengat dan tidak terawat salah satunya di depan kantor POS, Jalan Otista Kota Bandung.

Berdasarkan pantauan Tribunus-antara.com, Jumat (24/05/2019), terlihat jelas kondisi JPO Jalan Otista ini cukup mengenaskan tidak terawat. Bahkan di sekitaran atas lantai  JPO cukup kotor dan bau pesing. Selain itu, teralis besi baja penyangga sudah mengalami kerusakan, berkarat, dan berlubang.

Tak hanya itu, bagian lorong JPO juga cukup banyak sampah dan berbagai coretan dan dikeluhkan para pejalan kaki. Oleh karenanya, meski telah berdiri cukup lama, JPO Jalan Otista masih belum banyak dimanfaafkan masyarakat karena kondisinya yang tidak nyaman untuk dilalui.

Seorang Wisatawan lokal dari Jawa Timur di Jalan Otista , Wiyono(50) tahun mengaku terganggu dengan kondisi JPO yang berdekatan dengan Mesjid Agung Bandung dan alun alun, sehingga berpikir dua kali untuk menggunakannya.

Ketidaknyamanan tersebut karena bau pesing menyengat saat melintas lorong, yang penuh tumpukan sampah. Padahal kawasan ini merupakan Destinasi wisata di Kota Bandung yang paling terkenal.

"Kondisi JPO (jembatan Penyeberangan Orang ) lumayan megah namun jarang digunakan sama pejalan kaki yang usia lanjut soalnya kondisi naiknya agak susah (curam). Masyarakat juga membutuhkan waktu yang lama kalau mau menyeberang pakai JPO," ujarnya.

Soal kondisi kumuh JPO, Wiyono cukup menyayangkan ulah masyarakat yang tidak bertanggung jawab dengan membuang sampah sembarangan, mengotori akses pejalan kaki tersebut. Terlebih, sambung dia, kawasan tersebut setiap harinya selalu dipadati masyarakat yang melintas atau menikmati suasana di pusat kota itu.

"Sayang juga padahal di sekitar tempat wisata. Tapi enggak dijaga kebersihannya. Masyarakat juga akhirnya kadang enggak mau lewat soalnya dari mulai bau pesing, sampah, botol-botol minuman banyak yang seharusnya diatas  JPO di siapkan bak sampah Apalagi kalau pagi mengenaskan kondisinya," turur Wiyono.

Sama halnya dengan keluhan seorang pelajar, Fikri Rahmadani (19) yang sepakat JPO di Kota Bandung khususnya di Jalan Otista masih belum nyaman untuk dilalui para pejalan kaki.

"Insfrastrukturnya masih banyak yang rusak. Seperti lantai plat , besinya juga. Kalau JPO kondisi nya seperri ini pihak terkait harus turun tangan bukanya yang ada pada lingkungan bagian bawah yang di awasi ini sangat pengaruh ke pejalan kaki," ungkapnya.

Bukan hanya keluhan Wiyono dan Fikri, pasangan suami istri asal Kopo, Ida dan Agus pun mengeluhkan hal serupa. Bahkan tak tanggung-tanggung, keduanya ingin Pemerintah Kota Bandung lebih memperhatikan keadaan JPO.

Anggaran dalam pemeliharaan yang pasti ada setiap tahunnya bamun kenyataan kondisi JPO tidak terawat dengan semestinya.

Pewarta   : Tatak Wiyono
                     dan A'a Rachman

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.