Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Abah Dur. Momentum Haul Gus Dur ke -16,Tanamkan Sifat ikhlas dan Sabar dalam Pegangan Hidup.

Sabtu, 27 Desember 2025 | Desember 27, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-04T12:43:30Z

 


Malang, – Peringatan Haul Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat malam (26/12/2025), menjadi momentum refleksi kebangsaan dan spiritual bagi berbagai elemen masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh Abdurahman, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus mantan anggota DPRD Kabupaten Malang, yang menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai luhur Gus Dur dalam kehidupan bermasyarakat.


Dalam wawancara bersama awak media usai acara, Abdurahman mengungkapkan bahwa Gus Dur bukan hanya tokoh bangsa, tetapi juga figur teladan yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan.


“Di malam haul ini kita melakukan refleksi terhadap Gus Dur. Nilai-nilai beliau, mulai dari kesabarannya, keikhlasannya, hingga kesederhanaannya, itulah yang perlu dan patut dicontoh oleh siapa pun,” ujar Abdurahman.


Ia menambahkan, Gus Dur adalah sosok yang selalu konsisten memperjuangkan kemanusiaan, persatuan, dan kedamaian, bahkan di tengah berbagai perbedaan pandangan dan tekanan politik.


Menurutnya, kondisi sosial masyarakat saat ini membutuhkan keteladanan seperti yang dicontohkan Gus Dur, terutama dalam menjaga suasana damai dan harmonis di tengah dinamika media sosial.


“Ya kita lihat sekarang banyak di media sosial, tapi alhamdulillah Malang ini aman. Itu karena masyarakatnya masih menjaga kebersamaan,” katanya.


Abdurahman pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, memperkuat persaudaraan, serta mengedepankan dialog dan toleransi demi terwujudnya Kabupaten Malang yang makmur dan sejahtera.


“Pesan moral kami, ayo tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan di antara kita, agar betul-betul Malang ini menjadi makmur, sejalan dengan program pembangunan Bupati Malang,” tegasnya.

Lebih jauh, Abdurahman mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Gus Dur. 


Ia menyebut bahwa Gus Dur adalah guru sekaligus panutan dalam hidupnya. Bahkan, ia mengaku pernah bermimpi didatangi oleh almarhum Presiden ke-4 RI tersebut.


“Gus Dur itu guru saya. Saya pernah bermimpi kedatangan beliau. Hanya tiga kata yang disampaikan,” tuturnya dengan suara lirih.


Tiga pesan tersebut, menurut Abdurahman, menjadi prinsip hidup yang terus ia pegang hingga hari ini.


“Kalau dalam bahasa Indonesianya, orang itu kalau ikhlas dan sabar, bakalan selamat. Itu yang menjadi pegangan saya sampai sekarang,” pungkasnya.


Peringatan Haul Gus Dur di Pendopo Agung Kabupaten Malang berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai tokoh masyarakat, ulama, politisi, serta warga dari berbagai kalangan. 


Acara ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga pengingat akan pentingnya merawat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan persatuan yang diwariskan Gus Dur kepada bangsa Indonesia, Ujarnya kepada Tim Media Sobo Paran (Mid)