Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Komandan Kodim(Dandim) 0818 Letkol Czi Bayu Nugroho" KDMP Mengangkat Perekonomian Rakyat dan Menghidupkan UMKM.

Senin, 16 Februari 2026 | Februari 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-16T15:03:17Z


Malang – Komandan Kodim (Dandim )0818 /Malang Batu Letkol Czi Bayu Nugroho Usai mendampingi Kunjungan kerja Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Agrinas Pangan Nusantara, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Trenggono, S.I.P., M.A.P., dalam rangka meninjau percepatan pembangunan fisik Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) digelar di Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (15/02/2026).


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pembentukan dan operasional KDKMP sebagai penggerak ekonomi desa berbasis koperasi yang terintegrasi secara nasional.


Dalam sambutannya, Mayjen TNI Trenggono menegaskan bahwa koperasi yang telah terbentuk akan dikelola langsung oleh kepengurusan desa bersama masyarakat setempat, dengan pendampingan berkelanjutan melalui bimbingan teknis (Bimtek).


“Nanti akan ada Bimtek secara terus-menerus. Koperasi ini akan kita dukung, termasuk sarana operasional seperti satu truk dan satu mobil pick up 4x4 untuk mendukung distribusi hasil bumi desa ke distribution center,” tegasnya.


Menurutnya, kendaraan operasional tersebut akan difungsikan untuk mengangkut hasil pertanian dan komoditas unggulan desa, seperti tembakau dan beras, yang kemudian dipasarkan melalui koperasi. Selanjutnya, koperasi akan terhubung dengan sistem digital yang terintegrasi secara nasional.


“Kita siapkan sistem online. Hasil bumi desa akan masuk ke distribution center atau grocery KDKMP, yang di atasnya ada Torasera. Ini nama langsung dari Bapak Presiden. Dari sana akan didistribusikan ke seluruh wilayah yang membutuhkan dengan harga yang sudah ditentukan,” jelasnya.


Ia menekankan, kehadiran KDKMP bertujuan memangkas rantai distribusi dan menghilangkan praktik tengkulak yang selama ini membebani petani. Selain itu, berbagai barang subsidi seperti pupuk, bibit, hingga BBM subsidi ke depan akan disalurkan secara tepat sasaran melalui koperasi.


“Tidak ada lagi mobil mewah menggunakan BBM subsidi. Semua akan diatur agar tepat sasaran, terutama bagi masyarakat 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta warga yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.


Trenggono juga menegaskan bahwa seluruh aset koperasi—baik tanah, bangunan, maupun sarana pendukung—harus berdiri di atas lahan milik negara atau aset desa. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 17 yang mengamanatkan pemerintah daerah hingga desa untuk menyiapkan lahan negara, termasuk tanah kas desa (TKD).


“Tidak boleh meminjam lahan pribadi, kecuali dihibahkan kepada desa. Karena nantinya semuanya menjadi milik desa untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.


Ia berharap seluruh kepala desa dan perangkat daerah memberikan dukungan penuh agar manfaat ekonomi program ini benar-benar dirasakan masyarakat. Sistem koperasi tersebut, lanjutnya, akan mengembalikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggota, dengan prioritas lebih besar bagi masyarakat kurang mampu berdasarkan data resmi BPS.


“Ini momentum penting. Belum pernah ada model seperti ini. Mari kita dukung bersama dan jangan terpengaruh informasi yang menghambat,” pesannya.


Sementara itu kepada Awak Media  Komandan Kodim (Dandim) 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho menjelaskan bahwa program KDKMP merupakan perintah langsung Presiden yang bertujuan mengangkat perekonomian masyarakat desa di seluruh Indonesia.


“Ini adalah peran pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Seluruh UMKM yang ada di desa dapat bersinergi melalui koperasi ini sehingga perekonomian masyarakat semakin kuat,” ujarnya.


Ia memaparkan, di wilayah Kodim 0818 yang meliputi Kabupaten Malang dan Kota Batu terdapat total 414 desa dan kelurahan, terdiri dari 390 desa di Kabupaten Malang dan 24 kelurahan di Kota Batu. Hingga saat ini, sekitar 81 persen atau 339 desa telah menyetorkan lahannya untuk pembangunan KDKMP.


“Yang sudah dalam proses pembangunan ada 310 titik. Memang progresnya variatif. Namun yang sudah selesai 100 persen ada 12 desa, salah satunya di Randuagung ini,” ungkapnya.


Selain Randuagung, pembangunan yang telah rampung juga tersebar di wilayah Lawang, Turen, Kepanjen, Jabung, hingga Poncokusumo.


Dandim menambahkan, kunjungan Wadirut Agrinas kali ini merupakan bagian dari inspeksi langsung untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.


“Beliau berkeliling Indonesia bersama jajaran untuk memastikan proses pembangunan sesuai standar Agrinas. Karena ini akan digunakan masyarakat dalam jangka panjang, maka kualitas konstruksi harus benar-benar terjaga,” tegasnya.


Pada tahap awal, Kodim 0818 mendapat tugas melaksanakan pembangunan konstruksi hingga mencapai 100 persen. Selanjutnya, tahap berikutnya adalah pelengkapan fasilitas, seperti rak, pendingin ruangan (AC), kulkas, kasir, hingga ruang klinik dan unit simpan pinjam.


“Nanti konsepnya seperti minimarket modern, ada tempat pelayanan kesehatan sederhana, ruang pemeriksaan, dan fasilitas penunjang lainnya. Dalam waktu dekat perlengkapan seperti rak dan peralatan akan mulai didistribusikan,” jelas Bayu.


Ia berharap keberadaan KDKMP benar-benar menjadi solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

“Harapan kami, perekonomian masyarakat terangkat dan seluruh warga bisa merasakan manfaatnya menuju kemakmuran bersama, pungkasnya. (Mid/Mul)