Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Khusyuk dan Tertib, Umat Muslim Sading Gelar Salat Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 | Mei 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-27T05:36:41Z

 


Badung -  Ratusan jemaah Berkumpul melaksanakan salat Idul Adha 1447 H di Gedung Serba Guna Yayasan Insan Mulia (YIM) di Perum Dewata Permai, Sading, Mengwi, Badung, pada Rabu (27/5/2026) pagi.


Umat muslim Sading dan sekitarnya khusyuk dan tertib melaksanakan salat Idul Adha 1447 H yang dipimpin oleh Ustaz Fajar Firdausi, S.Pd., selaku imam dan khatib.


Dalam khutbahnya, Ustaz Fajar mengajak seluruh umat muslim untuk senantiasa menanamkan rasa syukur, memperbanyak selawat, serta mempertebal iman dan takwa.


Ia menekankan pentingnya saling mengingatkan dalam kebenaran semata-mata untuk mengharapkan rida Allah SWT.


Lebih lanjut, Ustaz Fajar menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan bentuk sedekah terbesar.


Alumnus Ponpes Gontor Jawa Timur ini juga mengingatkan momen istimewa Idul Adha yang bertepatan dengan wukuf di Arafah, waktu yang sangat baik untuk memperbanyak zikir dan istighfar.


Mengambil inspirasi dari kisah keluarga Nabi Ibrahim AS, Ustaz Fajar membagikan prinsip-prinsip penting dalam membangun keluarga yang ideal.


Belajar dari kisah Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail yang mampu bertahan hidup di tempat tandus berkat kehendak Allah.


Hal ini menekankan pola hidup sehat dan mental yang kuat adalah kunci tumbuh kembang anak.


Ustaz Fajar menyoroti dialog antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam QS. As-Shaffat ayat 102. 


Kecerdasan dan keteguhan iman Ismail di masa remaja menjadi contoh agar generasi muda masa kini tumbuh menjadi pribadi yang kritis, cerdas, dan mampu membedakan perintah Allah.

 

Ustaz Fajar juga menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang penuh ketaatan dan memiliki etos kerja tinggi.


Di akhir khutbahnya, Ustaz Fajar berpesan agar para orang tua tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik secara ekonomi, ilmu, maupun iman. 


Ia mengingatkan agar umat tidak hanya mengejar nikmat duniawi, tetapi juga menyeimbangkannya dengan persiapan untuk akhirat, dengan keyakinan bahwa Allah SWT akan mencukupkan rezeki bagi hamba-Nya yang taat.***