PROBOLINGGO – Hampir 1.500 personel bersama masyarakat terus dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di bawah koordinasi Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., operasi pemadaman dilakukan melalui penguatan personel darat dan dukungan water bombing.
Perkembangan situasi menunjukkan api di kawasan Bukit Cinta telah merambat menuju Bukit Kingkong dan sekitar Seruni Point. Kondisi tersebut mendapat perhatian khusus karena medan yang sulit, vegetasi kering, serta hembusan angin berpotensi menyebabkan api kembali berpindah. Tim di lapangan terus melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.
Danrem mengatakan pengendalian Karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh unsur. “Personel saat ini bersama masyarakat hampir 1.500 orang. Kita akan terus menyesuaikan perkembangan dan mengejar target pemadaman sesuai rencana,” ujarnya. Kekuatan tersebut dibagi untuk melaksanakan pemadaman, pendinginan, patroli, pemantauan, serta pengamanan di sejumlah lokasi rawan.
Untuk titik yang tidak memungkinkan dijangkau secara optimal melalui jalur darat, operasi water bombing kembali dilakukan. Sedikitnya tiga sorti penerbangan helikopter telah dilaksanakan hingga pagi hari. Operasi udara tersebut diarahkan untuk membantu menjangkau titik api yang berada di lereng dan kawasan berketinggian, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan.
Selain memadamkan api, tim juga terus memantau hotspot yang dapat menjadi sumber munculnya titik api baru. Danrem mengingatkan bahwa kondisi kawasan yang kering membuat upaya pendinginan dan pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan. “Kita tidak hanya mengejar api yang terlihat, tetapi juga harus memastikan tidak ada titik panas yang kembali berkembang,” katanya.
Luasan kawasan terdampak sementara diperkirakan telah mencapai lebih dari 900 hektare dan masih terus diperbarui berdasarkan perkembangan di lapangan. Korem 083/Baladhika Jaya bersama seluruh unsur Satgas Karhutla berkomitmen mempertahankan operasi secara terpadu sampai situasi benar-benar terkendali. Keselamatan personel, masyarakat, dan kelestarian kawasan TNBTS menjadi prioritas dalam setiap langkah penanganan. :::

