Timika – Tokoh Masyarakat Binfora Timika, Arnold Ronsumbre, mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya masyarakat Kabupaten Mimika, untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan serta bergandengan tangan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Arnold menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam menyambut momentum kemerdekaan dengan berpedoman pada motto Kabupaten Mimika, “Eme Neme Yauware”, yang mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, damai, dan kondusif di Kabupaten Mimika. Kondisi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan bersama di Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita bergandengan tangan, menjaga persatuan dan menciptakan suasana yang aman, nyaman, damai, serta kondusif menjelang dan dalam pelaksanaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Arnold.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu, informasi maupun ajakan dari kelompok tertentu, khususnya yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat pada 15 Agustus 2026 maupun menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Arnold meminta masyarakat untuk terlebih dahulu menyaring dan memastikan kebenaran setiap informasi yang diterima, terutama informasi yang beredar melalui media sosial maupun pesan berantai.
“Jangan mudah percaya dan terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Kita harus cerdas dalam menerima setiap informasi dan tidak ikut menyebarkan hal-hal yang dapat memicu keresahan atau mengganggu keamanan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arnold menegaskan bahwa kekerasan bukanlah solusi dalam menyelesaikan setiap persoalan. Menurutnya, berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan melalui komunikasi, dialog, dan musyawarah untuk mencapai solusi yang dapat diterima bersama.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan nilai-nilai adat Papua dalam menyelesaikan setiap persoalan. Tradisi musyawarah di para-para maupun honai, menurutnya, merupakan bagian penting dari kearifan lokal yang dapat menjadi ruang untuk mencari solusi sekaligus menjaga hubungan baik antarwarga.
“Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan kepala dingin melalui komunikasi dan musyawarah. Nilai-nilai adat Papua harus terus kita jaga. Para-para dan honai merupakan tempat yang baik untuk duduk bersama, membicarakan persoalan dan mencari jalan keluar demi perdamaian,” katanya.
Arnold berharap seluruh masyarakat Kabupaten Mimika dapat menunjukkan semangat persatuan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk tidak memberikan ruang bagi tindakan yang dapat memecah belah persatuan maupun mengganggu ketenteraman masyarakat.
“Momentum HUT Kemerdekaan ini harus kita jadikan kesempatan untuk memperkuat persatuan. Mari kita bersama-sama menjaga Mimika agar tetap aman dan damai sehingga seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

